Spirit Air Mengalir

Oleh: Iwan Wahyudi

Penulis Buku “Hidup adalah Catatan”

“Aku melihat, air yang berhenti itu merusak dirinya. Kalau ia mengalir pasti akan baik. Kalau ia tergenang akan buruk.” (Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i)

SETIAP kejadian atau apa pun yang terlihat oleh mata kita di alam ini sebenarnya banyak menyimpan inspirasi, hikmah dan pembelajaran. Namun hal tersebut hanya dapat dirasakan oleh mereka yang berpikir tentang ciptaan-Nya, menggali maksud di balik itu semua.

Air adalah salah satu komponen terbesar yang ada di bumi ini. Hal itu juga yang terjadi dalam tubuh manusia. Air merupakan unsur yang cukup dominan dan strategis.

Di alam ini air mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Itulah takdir yang disematkan pada air. Dalam upaya mencapai titik akhir perjalanan petualangannya menuju laut, air bukan mengalir mulus, namun ia selalu menghadapi rintangan dan penghalang.

Spirit air mengalir dari tempat yang tinggi ke yang rendah begitu dalam. Setiap kita yang berada pada posisi di atas atau dalam kondisi lebih berada hendaklah mengalirkannya ke bawah. Kita harus dermawan atas anugerah harta yang kita peroleh, misalnya. Bila pada posisi tinggi lihatlah selalu ke bawah. Di mana saat dulu berasal dan ke mana akan berakhir. Juga siapa yang telah memberi amanah, apalagi itu menggunakan uang khalayak banyak.

Selain itu, kita harus berbagi ilmu kepada mereka yang mungkin belum memahami apa yang kita pahami. Kita harus sering melihat ke bawah, mengetahui secara langsung kondisi rakyat yang dipimpin ketika berada di atas kekuasaan.

Air selalu mencari jalan untuk menuju lautan. Saat alirannya dihalangi oleh batu kecil ia akan mencari dan membuat aliran ke sisi lain batu untuk melanjutkan perjalanan.

Di saat aliran ditutup penuh oleh penghalang, ia akan sejenak berhenti dan menunggu aliran air lainnya.  Sehingga menjadi kekuatan yang besar. Ia pun meluap melampaui penghalangnya tersebut.

Atau bila ia dibendung dan kekuatannya yang berhimpun masih belum cukup untuk meluap ia akan melakukan penguapan dan menjadi awan. Kemudian awan akan menurunkan hujan yang rintik airnya jatuh ke laut.

Itulah spirit pantang menyerah dari air. Selalu berusaha mencari berbagai jalan keluar dari setiap rintangan yang menghalangi tujuannya.

Air yang tidak bergerak alias tak mengalir akan menggenang dan biasanya akan berlumut dan keruh kemudian akan terjadi pembusukan. Dibandingkan air yang selalu bergerak dan mengalir, ia akan berwarna jernih juga menyehatkan.

Dalam hidup ini kita harus selalu bergerak. Dengan bergerak fisik akan berkeringat dan sehat. Dalam bergerak kita akan menemukan sesuatu yang baru, sehingga menjadi wawasan dan inspirasi baru. Makin jauh jangkauan gerakan kita, maka akan semakin banyak lagi komunikasi terjalin yang melahirkan pertemanan dan persahabatan.

Spirit air mengalir dari mata air hingga ke laut. Mata air yang akan mengalirkan spirit kebangkitan untuk bergerak dan muara tempat berkumpulnya air di laut, ibarat akumulasi dari semua gerakan membangkitkan yang melahirkan sebuah kemenangan dan kejayaan. (*)

Scroll to Top