
Oleh: Syamsudin Kadir
Penulisan Belasan Buku Biografi
SABTU 2 Januari 2026, pukul 22.00 – 23.00 WIB saya dan tim kembali melangsungkan pertandingan persahabatan bersama tim futsal sendiri di sebuah lapangan mini soccer di Kedawung, Cirebon, Jawa Barat. Seperti biasanya, satu tim masing-masing 8 orang pemain. Jumlah demikian sesuai dengan ukuran lapangan mini dan kebutuhan juga ketersedian pemain masing-masing tim.
Permainan kali ini cukup menarik dan lebih kompetitif. Selain saling serang, tiap tim juga bermain “kekeuh” alias ngotot untuk memenangkan pertandingan, sehingga mencapai “7-7” gol. Dari 5 peluang, saya sukses memasukkan 1 gol ke gawang lawan. Dari 4 peluang tersisa, ditepis kiper lawan sebanyak 2 kali, sementara 2 tendangan menipis di mistar dan tiang gawang.
Titik evaluasi khusus untuk saya pribadi kali ini yaitu (1) belum pemanasan sehingga belum bisa berlari kencang seperti pertandingan persahabatan pada dua pekan sebelumnya. Hal lain, tentu saja (2) hal tersebut berdampak pada lemahnya ketepatan saat memberi bola kepada kawan satu tim. Lalu yang ke (3) kurang apik dalam menerima bola umpan lambung dari jarak dekat dan jarak jauh.
Sementara evaluasi untuk tim yaitu (1) pemain belakang masih sering memainkan bola di barisan belakang, sehingga memudahkan pemain lawan untuk menyerang hingga menggapai gol sebanyak 4 gol. Kemudian yang ke (2) lemahnya pemain barisan depan dalam menindaklanjuti bola yang diumpan dari pemain tengah dan belakang. (3) pemain tengah mengurangi gocekan tak perlu.
Dalam rangka perbaikan, pada jadwal yang akan datang, saya mesti memperhatikan beberapa hal penting, yaitu (1) datang lebih awal sehingga bisa melakukan pemanasan lebih lama sebelum jadwal main dimulai. Lalu ke (2) melakukan pelatihan ringan terutama untuk skill berbagi bola dan menindaklanjuti bola umpan, sehingga saat bermain sudah lebih siap dan mampu mengeksekusi.
Sementara untuk tim, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu (1) lakukan pemanasan termasuk matangkan umpan pendek sesama tim. (2) kurangi memainkan bola di barisan belakang, lebih apik bila langsung diberikan kepada pemain tengah atau pemain depan. (3) Lakukan pemanasan secara bersamaan, minimal lari-lari kecil, sehingga saat bermain badan seimbang dan lebih berdaya.
Pada 8 Agustus 2026 nanti, saya sudah memasuki usia 43 tahun. Usia tak muda lagi, terutama bila dilihat dari jumlah anak saya yang saat ini sudah berjumlah 5 orang, 1 laki-laki dan 4 perempuan. Usia demikian adalah usia rentan. Karena itu, saya harus terbiasa berolahraga. Selain untuk melancarkan peredaran darah, juga untuk melenturkan semua anggota tubuh.
Dalam pandangan agama, dalam hal ini Islam, menjaga kesehatan adalah kewajiban. Fisik kita memiliki hak untuk sehat. Karena itu, kewajiban kita adalah memenuhi dan menjaganya, terutama dalam bentuk olahraga rutin. Fisik yang sehat dapat memudahkan kita untuk menjalankan ibadah kepada Allah, menjemput rezeki halal dan melakukan berbagai amal sosial. Jadi, mari rutin dan giat dalam berolahraga! (*)

