
Oleh: Iwan Wahyudi
Penulis Buku “Hidup Adalah Catatan”
Ibadah menjadi salah satu aktivitas yang selalu melekat pada setiap kaum muslimin. Ada ibadah yang memerlukan syarat waktu dan tempat tertentu dan ada yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Puasa Ramadan, merupakan ibadah wajib yang hanya berlaku saat bulan Ramadan dan tidak di luar bulan tersebut. Ibadah haji hanya bisa ditunaikan di tanah suci dan tidak boleh di luar tempat yang telah ditentukan tersebut. Sedangkan ada yang tidak terikat dengan waktu dan tempat alias 24 jam bisa dilakukan. Salah satunya sedekah.
Pada sebuah kultum (kuliah tujuh menit) sebelum shalat Tarawih seorang penceramah menyampaikan materi tentang sedekah. Ia memaparkan kadang setiap hari kita sanggup berkali-kali membayar tempat parkir kendaraan ketika pergi berbelanja atau ke tempat publik lainnya. Tapi, tak terasa pelit untuk sekadar bersedekan dua ribu rupiah saja setiap hari. Sederhananya tiap shalat Subuh di masjid biasakan mengisi kotak amal. Lakukan sedekah Subuh tersebut secara rutin. Ringan dan tak banyak menguras dompet dengan minimal dua ribu rupiah saja.
Kang Maman Suherman seorang jurnalis, penulis, dan juga pegiat literasi dalam sebuah tanyangan youtube pernah bercerita. Setiap bangun subuh ia selalu bersedekah secara online lewat e banking melalui android untuk kedua orang tuanya yang telah tiada. Ia rutin melakukannya karena apa yang telah dicapai hingga hari ini tidak lepas dari peran kedua orang tuanya dan dengan cara ini ia dapat beramal jariyah yang pahalanya dapat mengalir terus-menerus.
Pada cerita pertama mungkin ada pertanyaan, bagaimana jika hari itu terlambat bangun dan tidak sempat shalat Subuh di masjid? Ternyata dengan kemajuan teknologi hari ini semua transaksi keuangan termasuk sedekah bisa dilakukan cukup dalam satu genggaman sebagaimana cerita kedua.
Terkait sedekah pagi atau ada yang menyebutnya sedekah subuh, sungguh memiliki keistimewaan tersendiri dari waktu lainnya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak. Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sungguh sebuah kemuliaan dapat didoakan oleh malaikat setiap pagi hari karena melakukan sedekah. Apa lagi jika dilakukan pada hari Jumat sebagai penghulu para hari.
Secara umum, amalan apa pun sangat baik dilakukan di hari Jumat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at. Hari tersebut adalah hari diciptakannya Adam, hari ketika Adam dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika Adam dikeluarkan dari surga. Hari kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)
Beruntunglah mereka yang bersedekah di pagi hari Jumat mendapat berlapis-lapis keutamaan yang tidak didapat pada waktu lainnya.
Mari mulai kebiasaan baik bersedekah pagi, tak perlu berpikir berapa nominal rupiahnya. Cukup dengan apa yang dimiliki saat itu dan komitmen untuk melakukannya secara istiqomah selanjutnya. (*)

