Ramadan Yang Membahagiakan

Oleh Dina Wahidah Syihab

(Penulis Buku “ Dalam Pelukan Al-Qur’an”)

Assalamu’alaikum Ramadan, itulah kalimat yang saya ucapkan saat Ramadan kembali menyapa. Bakda salat tarawih ada doa yang terucap sebagai niat, karena esok adalah puasa hari pertama. Alhamdulillaah saya merasa beruntung, karena saat ini Ramadan kembali hadir dalam hidup. Mungkin perasaan ini tidak hanya saya rasakan seorang diri, tapi saya percaya setiap muslim di belahan dunia manapun sedang bergembira menyambut Ramadan. Tanpa saya jelaskan secara detail tentu setiap muslim sudah tahu seperti apa istimewanya Ramadan itu.

Sederhananya, Ramadan adalah bulan istimewa, di antaranya bulan diturunkan Al-Qur’an. Dimana setiap amal baik diberikan balasan berkali lipat, bahkan saat membaca satu huruf Al-Qur’an. Saya selau ingat bahwa satu huruf bernilai sepuluh kebaikan, sedangkan saat Ramadan tentu akan berkali lipat. Tentu ini bukan informasi dari diri saya pribadi, tapi kata Rasulullah. Sangat jelas Rasulullah saw. bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain bahkan dijelaskan pahala bagi mereka yang masih terbata-bata membaca Al-Qur’an, “Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti. Orang yang terbata-bata dan terasa berat saat membaca Al-Qur’an akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

Siapa yang tidak tergiur? Kita perlu berdoa, agar langkah kita, jiwa dan raga kita dimudahkan untuk merasa tidak berat dalam melakukan kebaikan, apapun bentuknya. Mungkin saja kebaikan itu dalam kaca mata kita terlihat kecil, tapi percayalah Allah akan memberikan balasan setiap kebaikan itu, meskipun sekecil biji zarrah. Hal ini sudah jelas Allah sampaikan dalam surat Az-Zalzalah ayat 7,

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Ramadan 2026 ini, hari pertama Ramadan saya berikan judul tulisan “Ramadan yang Membahagiakan”. Kalau ada yang bertanya kenapa? Karena saya ingin sekali Ramadan ini menjadi bulan yang penuh dengan kebahagiaan untuk siapa pun. Tidak merasa terbebani dengan berpuasa selama sebulan penuh, tapi semua itu terkalahkan dengan berlimpahnya kemuliaan dan pahala yang disediakan bulan mulia sekali setahun ini. Semoga Allah berikan kita rahmat-Nya, kasih sayang-Nya.

Pada tulisan awal Ramadan ini, saya sedang ingin membahas Ramadan yang membahagiakan untuk para santri, guru, dan pejuang Qur’an. Jika ada yang menanyakan kenapa? Karena alhamdulillah saya sedang bergelut menjadi jembatan kebaikan dalam syiar pendidikan, sosial, dan dakwah Al-Qur’an. Saya ingin membagi banyaknya cerita tentang ini.

Saya ingin katakan, bahwa bahagianya membahagiakan itu juga hadir saat melihat santri mendapatkan Qur’an dan Iqro’ baru untuk mereka gunakan dalam mengenal dan mencintai kalam Allah. Saya juga ingin sampaikan, tulusnya doa dan senyuman para guru ngaji dan pejuang Qur’an yang tak pernah lelah saat dibawakan bingkisan kurma menjelang Ramadan tiba.

Bila dilihat dari nilai materi ini tidak seberapa. Satu Qur’an atau Iqro untuk seorang santri, atau 1,5 kg tiap paket untuk satu guru ngaji/ pejuang Qur’an. Tapi, mana tau dari perhatian kecil ini akan lahir generasi Qur’ani yang cinta Qur’an. Juga akan terus hadir semangat  para guru dan pejuang Qur’an yang senantiasa bertumbuh dalam syiar dan dakwah Qur’an, membersamai para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan saat belajar Qur’an. Menyalakan lentera kecil peradaban dari negeri Indonesia ini.

Ramadan bulan yang datang membawa kebahagiaan bagi orang-orang beriman, terlebih para pecinta Al-Qur’an. Kebahagiaan itu kemudian berlipat ganda bilangannya saat kita berbagi pada sesama dan semesta. (*)

Scroll to Top