
Oleh Junaidi Ana
Penulis Buku “Goresan Petuah Bijak Diujung Pena Rindu”
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
Bulan Ramadan bulan penuh berkah, kebaikan bertabur, balasan berlimpah, hingga setiap kaum muslimin berbondong-bondong untuk melakoninya. Salah satu hadits Rasulullah Saw diatas adalah pesan yang disampaikan 14 abad silam dan saat ini kita sudah memasuki abad ke-15 H.
Promo diskon beriklankan beli satu gratis satu itu menggoda dan sangat menggoda. Yang paling menggandrungi promo dan diskon dari iklan adalah kaum ibu-ibu juga mereka yang lebih suka belanja serta mencari yang ada diskonnya, apalagi diskonya gede.
Ketika promo diskon semakin banyak, semakin banyak juga orang akan mengunjungi tempat atau toko yang mengadakan promo. Saat ini orang tidak perlu keluar rumah untuk berdesakan antri di kasir untuk membayar belanjaan. Promo bisa didapat dari iklan yang berseliweran di akun media sosial dari marketplace yang berjualan online.
Promo Ramadan sampai kalah dengan iklan promo diskon dari marketplace yang ada saat ini. Namun sepuluh hari pertama Ramadan iklan dari pemilik semesta masih mendominasi dan menjadi yang paling diminati, karena sepuluh hari pertama Allah menghamburkan rahmat-Nya tanpa tepi hingga setiap hamba-Nya berbondong-bondong untuk memetik kasih-Nya semaunya.
Ujian dari iklan promo Ramadan akan terasa saat memasuki fase kedua dan yang lebih dahsyat adalah di fase ketiga. Saat memasuki fase kedua dan ketiga promo dari-Nya semakin ditinggalkan dan hamba-Nya akan mengejar promo dunia yang melenakan.
Pesan Rasulullah dalam hadis ini adalah iklan yang sangat dahsyat, melafalkan satu dapat sepuluh dan berlipat hingga berlimpah. Ketika pesan kebaikan dan meningkatkan keberkahan, Allah hanya meminta dan menyeru kepada kita agar sejenak menepi untuk melantunkan ayat-ayat cinta dari-Nya yang berbalas tanpa tepi namun kadang kita masih cenderung abai pada pesan ini.
Ucap yang bermakna kalah dari gosip yang menggoda. Lisan yang selalu dibumbui kebohongan lebih manis dari ayat-ayat cinta-Nya yang terucap. Akhlak tercela kadang lebih mudah dilakukan dari ucap yang berbuah kemuliaan.
Pertanyaannya adalah, siapa yang mau mengejar diskonnya Allah yang berlimpah tanpa harus mengeluarkan biaya atau mengejar diskon dan promo dari marketplace yang membuat kita lupa akan ibdah yang mendekatkan kita pada-Nya? Hanya kita sendiri yang tau jawabannya.
Perdagangan dengan promo terbaik adalah berdagang dengan sang pemilik semesta. Karena setiap kebaikan yang Allah tawarkan kepada setiap ciptaan-Nya akan diberi ganjaran kebaikan yang berlipat tak terhingga. Kejar promo dunia tapi jangan lupa juga memetik promo Ramadan yang akan membawa kita pada tempat yang abadi kelak.
Selamat menjalankan ibdah puasa Ramadan 1447 H.

