9 Ide Tulisan Keren Selama Ramadan

Oleh: Iwan Wahyudi

Penulis Buku “Energi Ramadan”

Menulis merupakan aktivitas yang penuh dengan tantangan. Ia mengubah perasaan, penglihatan, pendengaran, pikiran dan juga imajinasi dalam bentuk rangkaian kata yang penuh makna dan pesan. Salah satu kendala yang dihadapi oleh seorang penulis, baik kawakan apalagi pemula adalah ide tulisan.

Banyak cara dilakukan penulis untuk menarik ide. Ada yang meluangkan waktu berjalan-jalan, mengambil jeda sesaat untuk merenung, “bertapa” dengan buku-buku bacaan, berjumpa dan diskusi dengan orang, atau sekadar duduk melamun sambil menikmati secangkir kopi.

Bulan Ramadan yang datang sekali setahun dengan limpahan pahala dan berbagai ibadah untuk beramal, juga menghamparkan banyak sekali ide tulisan. Bila ada penulis yang miskin bahan tulisan saat Ramadan, bisa jadi raganya saja yang melewati bulan mulia ini. Tapi ruh dan jiwanya tertinggal entah kemana.

Di bulan di mana turunnya ayat pertama Al-Qur’an, “Iqro” (bacalah) ini ada berbagai ide tulisan keren diantaranya simak berikut ini.

  1. Seputar Hukum/Fiqih Ibadah Selama Puasa

Bagi mereka yang berlatar pesantren atau sekolah agama, tulisan-tulisan yang seputar hukum atau fiqih ibadah-ibadah yang dilakoni selama bulan suci ini menjadi pundi ide tulisan yang tidak kering. Dari seluk beluk puasa, bulan suci Ramadan itu sendiri, salat Tarawih hingga salat Idulfitri, berbuka puasa, sahur, malam Lailatul Qadar, zakat, tilawah dan tadarus, dan sebagainya.

  1. Jurnal Kultum dan Ceramah Agama

Bulan Ramadan sepertinya waktu di mana asupan kuliah tujuh menit alias kultum  dan ceramah agama banyak dan mudah diakses. Mulai dari tayangan televisi hingga chanel media sosial. Dari yang diselenggarakan offline hingga daring. Dan biasanya kultum shalat tarawih wajib diberbagai masjid dan musala. Dari beragam tema dan sosok yang menyampaikan, dapat dibuat catatan isi pesan yang mereka utarakan. Tidak perlu ribet sesuai dengan sistematika mereka. Cukup dengan gaya menulis masing-masing. Lebih original akan menjadikan tulisanmu lebih berkarakter.

  1. Jurnal Nilai Spiritual dan Akhlak

Kebaikan beragam bentuk dan cara melakukannya dengan isi yang tentu sarat nilai-nilai spiritual dan akhlak. Hal ini berkaitan erat pula dengan nilai kebangsaan dan butir-butir Pancasila yang menjadi landasan bernegara. Coba buat uraian singkat akhlak-akhlak tersebut dan disertakan praktik baik dan nilai cinta yang ada di dalamnya. 30 hari Ramadan akan kurang untuk menuliskan banyaknya akhlak mulia dan nilai spiritual disekeliling kita.

  1. Jurnal Refleksi Harian

Ramadan dengan suasana ekosistem yang berbeda dengan bulan lainnya, tentu akan banyak perasaan yang unik dan khas. Bagaimana perasaan saat beribadah, apa bedanya dengan di luar Ramadan, apa pelajaran yang dapat dipetik, termasuk kekonyolan yang tidak disengaja seperti: kelolosan makan di hari awal puasa, tidak sahur karena ketiduran. Atau puasa di tanah rantau hingga luar negeri yang memiliki tantangannnya masing-masing.

  1. Jurnal Resep dan Menu Ramadan

Ramadan identik juga dengan kuliner untuk berbuka dan sahur. Lapak-lapak penjual takjil sejak sore sudah meriah. Begitu juga dengan dapur emak-emak tidak mau ketinggalan meracik menu andalan keluarga yang didapat turun-temurun. Selain makanan yang mudah didapat pada hari biasa, Ramadan menghadirkan makanan khas dan unik daerah yang kadang cuma nongol pada ritual adat tertentu. Ini yang bikin kangen pada kampung halaman dan ngiler lidah nusantara bagi mereka yang ada di negeri orang. Nah, buatlah semacam jurnal menu Ramadan dan resep dapur selama Ramadan. Receh sekali itu Kak? Justru hal seperti ini yang luput terekam, namun membangkitkan rasa kangen. Rindu makanannya, rindu daerah asal kulinernya, dan yang pasti rindu sosok yang memasaknya.

  1. Jurnal Membaca Al-Qur’an

Ramadan bulan Al-Qur’an. Selain pada bulan ini Al-Qur’an diturunkan sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw., masyarakat beramai-ramai melakukan tadarus dan menghatamkan tilawahnya selama bulan ini. Bisa dikatakan, pada bulan ini kebanyakan orang meluangkan waktu lebih besar dengan kitab suci umat Islam itu. Anda bisa memilih bagaimana bentuk catatan jurnalnya. Bisa dengan membaginya berdasarkan kisah para nabi dan peristiwa inspiratif lainnya, doa-doa yang ada dalam Al-Qur’an, ayat-ayat yang berisi larangan hingga nikmat hari akhir. Atau bisa dengan random memilih ayat, kemudian membaca terjemahan, ujung-ujungnya apa hasil perenungan dan hikmah yang bisa dipetik.

  1. Catatan Perjalanan Ibadah

Untuk ide tulisan ini sangat beragam sesuai dengan pengalaman dan kesibukan masing-masing. Kita dapat mencatat kisah perjalanan ibadah baik puasa, tilawah dan tadarus, sedekah dan zakat, berburu takjil hingga suasana sahur, salat malam Tarawih hingga Tahajud. Bagaimana suasana ibadah ditempat kerja, pengalaman puasa bagi pasangan baru menikah, Ramadan ibu hamil dan punya balita hingga anak kos yang baru pertama kali jauh dari orang tua. Oh iya, termasuk pengalaman berburu takjil dan makanan berbuka gratis dari masjid ke masjid boleh juga.

  1. Peristiwa Bersejarah Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan banyak peristiwa besar dan bersejarah dalam dunia Islam, peristiwa nasional hingga daerah. Beberapa perang Rasulullah lakukan pada bulan Ramadan, Istri beliau beberapa wafat pada bulan suci ini, peristiwa penting masa Khulafaur Rasyidin tercatat megah di sini, para sahabat hingga para ulama juga meninggalkan jejak mengharum pada bulan seribu bulan ini. Perang Diponegoro, agresi militer Belanda, peristiwa seputar proklamasi hingga wafatnya beberapa pahlawan bangsa terjadi pada bulan Ramadan juga. Dalam cakupan lokal, peristiwa bersejarah di bulan Ramadan kesultanan-kesultanan nusantara baik kelahiran, pernikahan, pelantikan, perlawanan terhadap penjajah hingga wafatnya pada sultan menjadi sebuah catatan yang belum diangkat dalam buku pelajaran sejarah dan bisa menjadi ide tulisan.

  1. Resensi Buku

Setiap kita seberapa pun dikitnya tentu punya koleksi buku bacaan dong. Baik fiksi maupun non fiksi. Nah pada bulan ini unjukan penampakan mereka dengan membuat resensinya. Tidak perlu dibuat sulit, cukup apa isinya dan pesan yang didapat dari membacanya, bagaimana mendapatkan dan tertarik saat membelinya dulu dan yang tak boleh terlewatkan biodata bukunya. Tidak perlu buku baru atau bestseller, cukup buku yang sudah dimiliki dan baca. Tahu kok di bulan ini ada banyak pengeluaran, bila beli buku baru bakal tidak ada cukup uang saku, ujung-ujungnya gagal buat tulisan.

Setelah terinspirasi dengan beberapa ide tulisan selama Ramadan, bagaimana manajemen menulisnya selain sesuai dengan passion masing-masing. Ada beberapa yang bisa menjadi alternatif  mengelola ide tulisan tersebut.

Pertama, buat outline dan daftar ide tulisan. Ini penting agar aktivitas kepenulisan bisa tertata dengan baik tanpa mengganggu ibadah dan tulisan tuntas.

Kedua, menulislah pada waktu yang paling disukai. Setiap orang punya saat-saat produktifnya sendiri. Biasanya di luar waktu ajaib itu susah menggerakan pena atau jempol. Ini penting agar waktu lain bisa dialokasikan untuk ibadah.

Ketiga, sisipkan gambar atau foto. Jika tidak ada foto asli bisa dengan ilustrasi melalui bantuan AI yang sekarang bertebaran gratis di mana-mana. Slogan kekiniaan “No Picture, Hoaks”. Selain gambar juga bikin orang penasaran dan membantu imajinasi pembaca agar pesan dapat tersampaikan.

Keempat, jangan takut memublikasikan tulisan. Tulisan yang telah rampung kirim ke media cetak atau online. Yah, paling praktis melalui media sosial masing-masing. Untuk apa? Tulisan bisa dinikmati juga oleh orang lain, dan dapat pahala. Kemudian dari komentar akan mendapat masukan agar tulisan berikutnya lebih baik lagi.

Kelima, kumpulkan menjadi karya. Tulisan-tulisan dari ide Ramadan bisa disusun kembali dengan mempertimbangkan masukan dan memperbaiki kekurangan yang ada menjadi sebuah karya yang bisa diterbitkan.

Ramadan ladang luas dan besar yang dianugerahkan pada umat manusia, sekali setahun. Selain berburu pahala sebanyak mungkin sebagaimana orang lain, pastikan pena tetap mengalirkan kata dan tulisan untuk meraih pahala dan menerbitkan karya. (*)

Scroll to Top