Sedekah Sebagai Investasi yang Berlipat Ganda

Oleh: Syamsudin Kadir

Penulis Buku “Pendidikan Ramadan”

RANGKAIAN ibadah Ramadan 1447 H di Masjid Maslicha yang ada di Perumnas Bumi Arum Sari berlangsung penuh khidmat. Salah satu kegiatan rutin setiap malam adalah kuliah tujuh menit atau kultum. Pada Jumat 27 Februari 2026, Bapak Fakrudin, ST. didaulat sebagai penceramah dengan materi berjudul “Sedekah Di Bulan Ramadan; Investasi Akhirat yang Berlipat Ganda”.

Mengawali, penceramah menjelaskan bahwa sedekah adalah salah satu amal kebaikan yang sangat ditekankan oleh Islam, termasuk dalam bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan spesial. Bulan Ramadan adalah bulan yang dinantikan oleh banyak orang, bukan hanya kaum muslim tapi juga non muslim.

Beliau melanjutkan bahwa bulan Ramadan menjadi keberkahan tersendiri bagi semua umat manusia. Hal ini membuktikan bahwa ajaran Islam benar-benar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Bulan Spiritual dan Sosial

Lebih dari itu, Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan spiritualitas kita, baik dalam skala vertikal kepada Allah maupun skala horizontal kepada sesama manusia dan alam semesta. Peduli pada sesama manusia juga merupakan bagian dari rangkaian kebaikan sosial.

Ibadah bukan saja hal-hal yang bersifat ritual seperti shalat, shaum dan zikir tapi juga peran sosial dalam bentuk saling membantu atau menolong sesama. Karena itu, membantu sesama dengan berbagi harta kita kepada orang lain sangat dianjurkan dalam Islam.

Dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 254 Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS. al-Baqarah: 254)

Menurut penceramah, ayat tersebut menganjurkan kepada orang-orang beriman untuk membagi harta atau sebagian rezekinya kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Karena itu, mumpung kita diberi kesempatan untuk berbuat baik, maka saatnya bagi kita untk berbagi ada sesama.

Allah menegaskan bahwa ada ganjaran berlipat ganda bagi mereka yang giat meafkahkan hartanya di jalan Allah. Dalam surat yang sama, tepatnya ayat 261 Allah berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

Ramadan adalah momentum terbaik untuk bersedekah. Sedekah bukan sekadar amal sosial, tapi ia juga merupakan wujud kemimanan kepada Allah. Dalam Islam, sedekah adalah amal sosial yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Allah tidak memandang besar atau kecilnya sedekah yang kita berikan, tetapi yang dilihat adalah niat ikhlas di baliknya. Sedekah adalah salah satu bentuk kebaikan yang bermanfaat bagi diri kita juga orang lain.

Menurut penceramah, Ramadan adalah bulan di mana hati dikasih untuk lebih peduli, prihatin da simpati juga empati sesama. Dengan demikian, Ramadan bukan saja bulan shaum dan bulan al-Qur’an, tapi juga bulan kedermawanan.

Selain menunaikan ibadah wajib berupa membayar zakat, kita juga dianjurkan untuk giat bersedekah. Sedekah adalah simbolisasi kesalehan sosial kita. Dengan demikian, rangkaian ibadah Ramadan yang kita lakukan, bukan saja berdampak secara spiritual tapi juga berdampak sosial.

‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadan untuk menyimak bacaan al-Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i)

Karena itu, mumpung masih dalam Ramadan, mari kita tingkatkan semangat untuk bersedekah. Banyak dan kecilnya itu tidak terlalu penting, yang terpenting adalah keikhlasan dan ketulusan kita untuk berbgi pada sesama. Sehingga kelak di luar Ramadan kita lebih konsisten untuk bersedekah. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk selalu menjadi orang baik yang giat berbuat baik, termasuk bersedekah! (*)

Scroll to Top