Doa Terhalang Sinyal

Oleh: Junaidi Ana

Penulis Buku “Goresan Petuah Bijak Diujung Pena Rindu”

 

“Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).” (QS. Al-Mu’min: 60)

Setiap kita menginginkan agar doa segera terkabulkan oleh-Nya, namun sering kali kita lupa bahwa setiap doa itu ada batasan dan kaidah yang harus di perhatikan agar doa kita di ijabah oleh Allah SWT.

Permintaan kita kepada manusia saja sering dan bahkan kadang diabaikan. Manusia itu makhluk yang di ciptakan oleh pemilik semesta. Mungkin permintaan kita diabaikan karena kita memiliki sifat yang tidak baik atau bahkan ada momentum yang terlewat dan saat itu ada kesalahan yang kita lakukan.

Begitu juga dengan sang pemilik semesta, ketika permohonan kita masih belum di ijabah, mungkin ada setitik noda dosa yang kita perbuat menjadi penghalang doa kita di ijabah oleh-Nya.

Walaupun Allah SWT sudah menegaskan dalam mukjizat sang nabi, pintalah padaku kata Allah, pasti akan ku kabulkan. Tapi setiap rangkaian kehidupan kita selalu diawasi oleh-Nya tanpa jeda.

Harapan akan pinta di kabulkan sangat besar tapi bersabar dalam proses agar pinta di ijabah sangat sedikit. Syukur menipis tapi berharap pemberian dari-Nya segunung. Ketika kita memaksa agar doa segera di ijabah tapi lupa tuk memantaskan diri tuk mendekap pada-Nya.

Berharap pemberian dari-Nya segera diberi, tapi saat panggilan-Nya menggema kita semakin malas tuk mendekat. Dunia tempat permainan, tergantung bagaimana cara kita bermain untuk menjadi pemenang. Begitu juga harapan kita pada-Nya, ingin segera maka mendekatlah pada-Nya dalam dekapan penuh harap.

Doa itu permohonan agar kita semakin dekat dengan Allah, bukan saat butuh baru mendekat tapi lalu pergi. Apa yang mau diharapkan pada-Nya ketika perlakuan kita sebagai hamba yang terkesan sombong, sedangkan jubah kesombongan hanya milik-Nya semata.

Berharap bukannya mendekat, tapi malah menjauh atau mungkin mendekat tapi terhalang oleh keterpaksaan bukan keikhlasan semata dalam beribadah pada-Nya. Pada makhluknya saat kita minta maka mendekat dan sampaikan hal ihwal yang di pinta, begitu juga dengan Allah, saat pinta pada-Nya maka mendekatlah dalam dekapan erat dari-Nya.

Doa pinta pada-Nya seperti sinyal handphone dalam genggaman tangan kita yang tak mau di lepas walau sejenak, sinyal akan bagus bila kita berada pada posisi yang tepat dengan sinyal dari provider mana kita pakai. Ketika sinyalnya gangguan kita akan merasa ada yang hilang dan dunia seolah runtuh. Itulah doa.

Doa kita mungkin terhalang oleh kelakuan kita yang maksiat pada-Nya, atau santapan yang kita nikmati ada keharaman di dalamnya, atau lisan kita sering melakukan ghibah pada makhluk ciptaan-Nya, atau setiap kebaikan yang kita lakukan selalu ingin di puji oleh makhluk-Nya. Sinyal doa kita terhalang oleh diri kita sendiri.

Mari berbenah diri dalam menggapai ridho Allah SWT Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya, tapi hamba-Nya sering lupa siapa yang menciptakannnya dan lupa untuk bersyukur pada-Nya.

Tingkatkan syukur pada-Nya, perbaiki hubungan pada-Nya, jangan pernah mengeluh kala doa belum terijabah. Perbaiki diri, tata hati agar terus ikhlas dalam menerima setiap pemberian dari-Nya. Mungkin dari setiap desah nafas kehidupan kita terselip setetes telaga Kautsar yang tersimpan untuk di teguk kelak di yaumil akhir nanti.(*)

Scroll to Top