Ramadan Itu Cinta

Oleh Junaidi Ana

Penulis Buku “Goresan Petuah Bijak Diujung Pena Rindu”

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS.al-Baqarah: 183)

Bulan Ramadan itu cinta yang bertabur dari Sang Pemilik Semesta. Setiap titik kebaikan adalah berkah yang akan melimpah tak bertepi, tanpa paksaan yang diperintahkan, tapi ada kerinduan yang terus ingin menjadi wujud nyata kehidupan.

Bulan Ramadan hadir mengetuk pintu kerinduan yang mungkin saja masih tertutup oleh keserakahan dunia, menyingkirkan duri kesombongan yang masih melekat dalam diri, menguburkan ego yang terus bersemayam dalam jiwa, dan melenyapkan keangkuhan yang mungkin tak berkesudahan.

Ketika senja Syakban meninggalkan harapan akan bersinarnya iman yang mungkin mulai meredup, sinar Ramadan memancarkan bias cahaya menerangi jiwa yang sedang terkoyak oleh kehidupan dunia.

Ramadan hadir memberi hamparan kebaikan yang tak bertepi pada setiap hamba-Nya. Hanya ada senyum bagi setiap guratan wajah penuh cinta, hanya ada sedih menghiasi jiwa yang selalu dilanda akan ditinggalkan oleh bulan Ramadan penuh kasih.

Cinta dari-Nya mulai menggema ketika senja itu mulai tenggelam bersama senyum. Ramadan menyapa dengan lembut, merangkul dengan hangat, mendekap penuh rasa, menggenggam dengan asa, ada hasrat yang tumbuh membumbung dengan rindu-Nya, dan cinta-Nya mulai merekah dengan kasih-Nya.

Bulan Ramadan mengajarkan kita tentang cinta. Cinta yang mendorong naluri tuk terus memberi tanpa tapi yang tak bertepi. Cinta yang meruntuhkan puing-puing sifat tercela yang masih tersemat dalam diri. Cinta yang memberi dan tak menagih tuk berbalas.

Cinta yang memaksa kita memberi tanpa harus mengungkit, yang ada hanya senyum ketika memberi dalam diam. Bulan Ramadan hadir dalam genggaman cinta-Nya, yang terus memberi pada setiap hamba-Nya tanpa tapi di sepuluh hari pertama.

Tengoklah ketika azan Isya dikumandangkan dengan syahdu, hamba-Nya mulai berbondong-bondong bergegas memenuhi panggilan cinta-Nya, yang mungkin sebelum bulan penuh berkah ini hanya sepekan sekali menghampiri teras masjid dan berdiri di shaf paling belakang. Itulah cinta-Nya yang dihamburkan pada hamba-Nya di sepuluh hari pertama.

Cinta-Nya tak bertepi di sepuluh hari pertama, masjid akan penuh, gemuruh suara menggema di setiap barisan shaf, ada canda tawa, ada yang khusyuk berzikir, ada yang tilawah, ada yang mungkin saling sapa bertukar kabar dalam suka cita. Itulah cinta-Nya yang hadir di bulan Ramadan.

Bulan Ramadan hadir membawa cinta-Nya ketika gerbangnya terbuka lebar, duri disingkirkan, yang retak diperbaiki, yang putus disambung, dan yang sedang sedih akan tersenyum dalam dekapan-Nya.

Mari menyambut dan melangkah bersama bukan penuh cinta ini dengan hati yang lapang seluas langit dan bumi, teruslah melantunkan ayat-ayat cinta-Nya setiap saat, agar keberkahan selalu menyelimuti, kebahagiaan selalu menyertai, dan cinta-Nya selalu melekat hingga akhir hayat.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin.(*)

Scroll to Top