
Oleh Junaidi Ana
Penulis Buku “Goresan Petuah Bijak Diujung Pena Rindu”
«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR Tirmidzi)
Sedekah Ramadan terhitung akan berlimpah, sedekah tidak harus dengan harta, namun cukup dengan senyum. Seperti pesan Rasulullah Saw, dengan senyum pada saudaramu saja itu sudah jadi sedekah. Tersenyumlah pada sesama dalam kondisi apa pun, walaupun hati sedang sedih.
Sedekah itu memberi dan keberlimpahan rezeki bagi yang berbagi. Dengan berbagi hati akan terasa lapang, jiwa akan teras tenang, dan hidup semakin damai. Dari memberi pada sesama, kita akan menuai kebaikan yang tak bertepi dari yang maha kaya.
Memberi berarti kita akan meringankan beban saudara yang membutuhkan, boleh jadi secercah senyum yang kita sedekahkan dapat melerai kesedihan yang sedang dirasakan, apalagi dengan menyedekahkan sdikit harta yang kita punya, mungkin dengan sedikit harta akan mengundang senyum juga meringankan beban yang dirasakan.
Ramadan itu bulan berbagi dan berbalasan yang berlimpah, ketika kita menyedekahkan sebiji kurma Allah akan melipatgandakan pahala bagi yang memberi. Berbagi tidak harus dengan sebongkah gunung emas, tapi jika hanya dengan sebiji kurma sudah menghadirkan senyum kenapa harus memaksakan memberi mutiara seluas samudra.
Ketika pemberian kita hanya untuk pamer maka lebih baik tidak memberi daripada akan menyakiti. Karena ketika memberi tapi tidak mendapat pujian, maka suatu saat akan mengungkit pemberian yang telah lalu. Jika memberi itu menghadirkan senyum, mengapa harus mengungkit menghadirkan luka. Jika tak ingin memberi tahanlah diri untuk memberi, agar hati terjaga dari sifat tercela.
Memberi itu bukan keharusan, tapi jika memiliki yang lebih dan bisa berbagi, maka berbagilah dalam diam, memberi dalam senyap, tak perlu mengungkit dalam riak, dan tak perlu berteriak kala tak berbalas.
Jadilah hamba-hamba-Nya yang terus memberi seperti ibu yang terus mengeluarkan energi cinta pada anaknya yang tak bertepi walaupun kelak anaknya ada yang durhaka, tapi cinta dan kasih sayang ibu tak pernah pudar termakan zaman. Itulah cinta-Nya Allah yang dititipkan kepada wanita yang menyandang predikat ibu.
Bersedekahlah kala lapang dan sempit, karena setiap rezeki yang kita miliki masih ada hak orang lain yang Allah titipkan pada kita, maka berbagilah walau hanya dengan senyum yang paling mudah. Apalagi berbagi di bulan penuh keberkahan berlimpah yang Allah anugerahkan pada hamba-Nya yang terpilih. Teruslah berbagi hingga jadi candu kebaikan hingga kelak menjadi timbangan amal kebaikan di hari akhir.
Tetaplah tersenyum walau di tengah kegersangan jiwa dan jangan lupa terus bersandar pada pemilik semesta yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya walau sejenak pun. (*)

