Sholat (Antara Panggilan Cinta-Nya atau Godaan Setan)

Oleh: Junaidi Ana

Penulis Buku “Goresan Petuah Bijak Diujung Pena Rindu”

“Maka celakalah orang-orang yang sholat, “(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya,” (QS. Al-Ma’un:4-5)

Sholat sejatinya adalah doa. Ketika lafal takbiratul ihram terucap, kita sedang mengagungkan kebesaran Allah Swt. tanpa harus berpura-pura dalam menunaikan setiap gerakan dalam sholat.

Dalam setiap dimensi kehidupan umat Islam, sholat merupakan kewajiban dasar yang tidak bisa diabaikan apalagi dianggap remeh, jika itu dilakukan, maka kita sedang mempermainkan agama yang mulia ini.

Berbagai ujian akan dihadapi oleh setiap kaum muslimin ketika mulai terdengar suara tilawah juga tarhim di masjid. Mungkin di antara kita ada yang mulai tersadar dari aktifitas kerja kala masih terjaga, ada mulai ngedumel “Baru aja pejam nih mata dah masuk waktu sholat lagi,” atau mungkin ada yang marah mendengar suara itu dengan mengumpat “Ribut banget sih, tidak tau ya suara itu bising apalagi rumah saya ada anak kecil,” atau mungkin ada yang kembali narik selimut menutup kepala dengan suara bisik “Ini masih ngantuk,” dan juga berbagi macam alasan akan kita buat untuk menghindari kata “SHOLAT”.

Itulah dinamika dalam kehidupan umat Islam di seantero jagat ini. Setiap belahan bumi yang di pijak akan kita temukan berbagai macam karakter manusia dengan penerimaan juga penolakan akan suara tilawah pembuka menanti waktu sholat. Pada hakikatnya yang harus kita lakukan adalah bertanya pada tepian hati yang paling dalam “Ada apakah diri ini?”

Ketika azan dikumandangkan, Allah memanggil dengan cinta-Nya, kasih sayang dari-Nya, dan juga dengan ridho dari-Nya. Semua ini tergantung bagaimana sang hamba merespon panggilan itu, bergegas segera atau menunda? Allah dengan tegas mengingatkan kita dengan firman-Nya “Maka celakalah bagi orang yang sholat, yaitu orang yang lalai terhadap sholatnya.”

Orang yang sedang sholat saja lalai karena tidak khusyu dan tujuan dari sholatnya hilang karena ketidak konsentrasinya pada penghambaan kepada Allah Swt. Apalagi yang sedang sibuk bekerja sampai lupa waktu untuk sejenak tunduk sujud pada-Nya dan ada yang waktu subuh masih sedang asyik bertamasya dalam mimpi indahnya, atau mungkin ada yang sudah terjaga kala subuh tapi abai terhadap panggilan dari-Nya.

Sholat itu panggilan hati bagi setiap kaum muslimin, lebih utama berjamaah jika tidak dapat berjamaah maka tunaikan segera. Ketika sang buta Abdullah bin Ummi Maktum bertemu Rasulullah dan bertanya ya Rasulullah apakah saya yang buta ini harus ikut sholat berjamaah di masjid? Rasulullah menjawab dengan bertanya apakah kamu mendengar suara azan? Dia menjawab iya, sambut serunnya dan datangi rumah Allah untuk sholat berjamaah. Orang yang buta saja di suruh sholat berjamaah. Lah kita yang masih segar, kuat, semangat, semua indera kita masih aktif malah lebih santai kata dengar suara azan.

Allah memanggil dengan seruan “Hayya’alasholah” marilah sholat. Itu tanda sayang Allah Swt. pada setiap hamba-Nya, tergantung bagaimana hamba-Nya merespon panggilan cinta-Nya dengan bergegas atau mengabaikannya. Setiap panggilan dari-Nya adalah bukti cinta dan kasih dari Allah Swt. tanpa memilah dan memilih, tapi ketika akan memberikan bukti sayang dari-Nya, Allah akan memilih hamba-Nya yang terbaik yakni yang takwa.

Panggilan yang berat ketika seruan sholat adalah di subuh hari. Ketika lafal sholat lebih baik daripada tidur digaungkan, saat itulah ujian Allah Swt. berjalan beriringan dengan seruan setan menggerogoti jiwa manusia. Antara kesadaran hari dan penolakan jasad sedang bertarung untuk tetap memeluk bantal atau bergegas memenuhi panggilannya. Jika panggilan itu membuat kita mengumpat, maka tanyalah pada hati ada apakah gerangan?

Subuh itu ujian berat bagi seorang hamba untuk bergegas memenuhi seruan dari-Nya. Ada dua ujian bagi seorang hamba di waktu sholat adalah antara waktu Isya dan Subuh. Waktu Isya kadang membuat kita sering menunda untuk segera sholat dan waktu Subuh ada pilihan segera bangkit dari kasur atau tetap dalam mimpi panjang.

Kawan…!

Sholat itu doa pinta pada-Nya dari takbiratul ihram hingga salam. Maka teguhkan langkah dan terus semangat dalam menyambut seruan-Nya dalam lima waktu sehari semalam. Mungkin dari setiap gerak dalam sholat kita Allah akan kabulkan hajat yang tertunda atau yang sedang kita hajatkan. Pintalah terus padanya dalam keadaan apapun, karena kita tidak tahu di titik mana doa kita akan dikabulkan oleh Allah Swt. Tetap semangat tuk sambut seruan-Nya. (*)

Scroll to Top